Menu

Get Socialize

Aray Daulay

serverpoint hosting banner
Description

Aray Daulay adalah mantan gitaris grup musik Plastik. Para penggemar musik 90-an mafhum Plastik identik dikenal mengusung aliran psychedelic rock. Plastik dihuni oleh Ipang, Aray Daulay, Iman, Didit Saad, dan Alex.

Setelah Plastik bubar, nama Aray Daulay semakin dekat dengan musik reggae. Aray bergabung sebagai gitaris Steven & Coconut Treez. Setelah grup musik reggae itu tidak berlanjut, Aray kemudian membentuk Ray D’Sky, grup musik yang mengkombinasikan beberapa aliran musik reggae, folk, dan blues. Aray mengisi vokal dan sebagai gitaris di Ray D’Sky. Selanjutnya, ia melanjutkan karir bermusiknya sebagai solo, Aray Daulay yang sudah melahirkan dua album, On The Move (2014) dan Lagu Perjalanan (2018).

Aray sudah merasakan berbagai aliran selama menghiasi kancah musik Tanah Air, termasuk juga perubahan gaya rambutnya. Saat di Plastik, ia berambut gondrong. “Era itu memang tahunnya (gondrong). Mungkin alamnya memang nyambung,” tuturnya sambil tersenyum.

Saat awal bersama Steven & Coconut Treez, rambut Aray sempat pendek. Kemudian, ia menggimbal rambutnya dibiarkan memanjang terus sampai awal karir solo Aray Daulay. “Waktu gimbal gue enggak minta dicap sebagai musisi reggae, karena gue juga mainin musik yang lain folk, blues, rock,” katanya.

Menurut dia, pergantian gaya rambut tidak mempengaruhi jenis aliran musik yang ia usung. Misalnya saja sekarang, Aray bergaya rambut pendek sambil memakai topi newsboy cap. Gaya itu juga melekat dalam sampul albumnya yang baru, Lagu Perjalanan.

“Enggak kehilangan rasa (penampilan bermusik) karena sudah dalam darah. Yang penting jiwa bermusik enggak hilang,” tutur Aray Daulay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *